Well saya engga terlalu ngerti politik negara Indonesia sperti halnya ade saya yang tiap hari emang ngejadiin politik sebagai 'makanannnya'. Tapi saya cukup peduli loh atas keadaan politik di Indonesia dan menyambut antusias dengan pemilu taun ini.
Tapi yang saya ga ngerti dan saya ga abis fikir, kenapa mesti ada fenomena 'mengerikan' tentang artis yang berbondong-bondong jadi caleg? Kenapa saya bilang mengerikan? Karena orang-orang yang terkenal, tampan, cantik dan bisa acting atau nyanyi itu, belum tentu memiliki kapasitas yang layak untuk bisa mewakili aspirasi rakyat. Kalo rakyat sampe salah meletakkan aspirasinya, lantas mau jadi apa bangsa ini? Harus kemana lagi kita menyuarakan hak atau pendapat kita? Oke lah satu atau dua orang dari para artis itu memang pintar dan pantes buat dicalonin, tapi bagaimana dengan yang lain, yang ga punya background apa-apa tapi tiba-tiba muncul begitu saja sebagai caleg. Semudah itu kah? Dimana letak tanggung jawab moral mereka ya? Apa mereka ga ngerasa bersalah menerima suatu jabatan yang mereka ga kuasain? Ga ngerasa takut dosa, gt? Kenapa mesti kePD-an? Ga puas gt sama rezeki dari dunia artisnya?? Kurang terkenal? Hhm, klo inget kok jadi kesel ya gw.
Rasanya ga etis klo nyebut nama, tapi contohnya adalah salah satu penyanyi dangdut pria yang bercerai dari istrinya dan baru-baru ini terkena masalah gara-gara meremas pantat lawan main dalam filmnya. Ooopss. Itu tuh yang mau dijadikan caleg? Hellow. Atau yang lebih mengerikan lagi adalah saat seorang musisi 'besar' yang dikenal sangat AROGAN mendadak dipilih sebagai salah satu calon wakil presiden. Whooa, klo sampe dia jadi wapres, mendingan gw cabut aja dari Indonesia. Daaaggh.
Mereka memang pintar. Pintar di bidang seni. Sudah itu saja, belum tentu pintar yang lain. Mbok ya bagi-bagi sama yang lain doong, yang emang dari jaman dulunya udah aktif di organisasi politik, yang emang punya minat besar memajukan bangsa Indonesia lewat jalur politik dan ngerti masalah hukum dan politik. Klo jadi artis, ya majukanlah bangsa Indonesia dengan cara bikin film atau lagu yang apik, yang berkualitas, jangan hobinya cuman bikin heboh. Mau launching film aja belagak-belagak ribut biar filmnya 'keangkat', hebohlah kawin siri berkali-kali, hebohlah ngerebut suami orang, hebohlah pake narkoba, hebohlah bercerai, hebohlah foto-foto bugil, hebohlah ini, heboohlah itu...Dan sebagai parpolnya ya mbok kalo milih calon itu yang bener dong. Cari manusia-manusia pintar dari seluruh penjuru negeri, biarpun wajahnya jelek atau namanya ga terkenal ya ndak opo-opo, yang penting kan otak sama hatinya. Dan kita sebagai rakyat juga hendaknya memilih wakil rakyat bukan dari fisik dan ke-famous-an mereka aja. Salah-salah ntar mau liat berita politik aja mesti ke Cek dan Ricek, lagi, gara-gara politik isinya artis semua.
mau tau salah satu bukti ketidak kompetenan artis caleg? baca di sini.
Okay, too much talk yah. Maaf maaf, itu cuman pemikiran saja aja. Silahkan klo ada yang stuju atau ga stuju. Saya punya hak berbicara dan nyampein pendapat juga kan ;)
Kalau masalah presiden...dari sekian banyak presiden yang ada, yang pertama saya jelas ga akan milih Dedi Mizwar. Baguslah dia berani mencalonkan dirinya, tapi lebih bagus lagi dia tetep main film aja. Kali aja Naga Bonar bakal ada kelanjutannya :) "Pak Dedy, ntar klo jadi presiden malah ga bisa main film lagi looohhh, kan kasian ntar penggemar2nya pada ngrasa kehilangan" :D
Menurut saya, sudah saatnya bangsa ini memiliki sebuah kestabilan. Saat ini negara kita lagi menjalani akibat dari kesalahan rezim presiden terdahulu yang berkuasa 32 tahun lamanya. Kita sedang dalam tahap memperbaiki dan membangun kembali. Intinya sih, siapapun presidennya, saya pikir ga akan ada yang bener-bener bisa memperbaiki Indonesia dan membawa perubahan yang hebat dalam waktu dekat. Butuh penyembuhan yang lama untuk sebuah negara yang telah sakit puluhan tahun. Yang kita butuhkan hanyalah sebuah kestabilan, pembangunan yang walaupun pelan tapi konstan dan konsisten.
Semakin banyak kita berganti presiden, maka proses pembangunan ini akan semakin lambat. Analoginya begini, kita sudah berhasil membangun suatu gedung sampai setengahnya, lalu tiba-tiba kontraktor proyek gedung itu ganti dan dia melakukan perubahan merk semen, batu batanya dan cat nya. Dia juga mengganti semua pekerja-pekerjanya dengan orang-orang yang baru. Ribet kan? Pasti butuh penyesuaian lagi, pembangunan harus tertunda lagi, dan ini dan itu..ga jadi jadi dong bangunannya.
So dari pada sekarang kita sibuk milih 'siapa ya presiden selanjutnya', lebih baik kita memberi kesempatan pada presiden yang lama untuk meneruskan perjuangan dan program-programnya. Ingat, membenahi negara yang rusak seperti negara kita itu ngga cukup hanya dalam waktu 5 tahun. Kalo baru 5 tahun program kerja presiden lama kita sudah kita 'cut', bagaimana negara kita akan bisa stabil dan konsisten trhadap suatu program dan cara kerja pemerintah.
Ini bukan kampanye presiden yang lama yaa. Ngga juga sih, saya cuman melihat realitanya aja kok. Dari hal yang kecil lah, presiden kita yang lama [atau yang masih menjabat ini] terkenal sebagai pribadi yang tenang dan wibawanya besar sekali. Bicaranya lugas, tajam, tegas, singkat, padat, jelas. Saya salut banget loh waktu beliau menegur mentri2nya yang bcanda2 dan ktawa2 waktu rapat. Salut banget juga waktu beliau berbesar hati saat besannya sendiri ditangkap karena kasus korupsi. Walaupun kemarin beliau smpet di pojokkan gara2 BBM naik [helllooowwww, BBM naik juga karena pengaruh dunia, bukan Indonesia semata aja!], tapi akhirnya BBM kita bisa turun sampe dua kali. Apa ngga hebat ;) Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.
Presiden kita yang lama ini juga terlihat lebih mementingkan langkah nyata ketimbang berseru menyampaikan programnya dengan ambisius dan sengit. Dan saya juga sama sekali ngga melihat tuh kampanye beliau yang memojokkan calon presiden yang lain. Beda halnya dengan beberap capres yang lain yang dalem berkampanye selalu nampak memojokkan dan mencari kecacatan presiden kita yang sekarang. Haduh, orang-orang seperti itu justru terlihat hanya ingin mencari kekuasaan semata, bukan ingin memajukan bangsa Indonesia. Klo dia niatnya emang pengen liat Indonesia maju, siapapun pemimpinnya harusnya dukung mendukung dong, bukannya menjelekkan. Tapi yah namanya juga politik, klo ga kaya gini bukan politik namanya.
Eh, ada yang diundang makan siang di Istana ga hari ini? Saya sih diundang. Di dalemnya ada tulisan begini:
Daftar menu hari ini di Istana merdeka:
1. Sup Kalla
2. Mie Gawati
3. Jus Dur
4. Jagung Laksono
5. Bakar Tanjung
6. Soto yoso.
Apapun makanannya, minumnya tetap : Es Beye!
Pesen dari saya, suksesin pemilu 09 ya! jangan golput dong, klo golput artinya cupu dan ga peduli sama bangsa sendiri! :D
Ahahahahaha, saya cabs dulu ya. Maaf klo ada salah kata...Sekian dan trima kasihh..
=)